Klik +1

Jangan Lupa Klik G+1 supaya Blog ini bisa mendunia

Sabtu, 14 Juli 2012

Hanya di Indonesia


Ternyata masih banyak kejadian yang sering kita temui sehari-hari, 
khususnya di Negeri tercinta ini,, yang lucu, aneh, unik, bahkan kreatif. :)

Hanya di Indonesia ada kasus seperti ini
Hanya di Indonesia si Mc Erot
Hanya di Indonesia ada yg jual ES PANAS
Hanya di Indonesia ada peringatan kyk gini 
(sbnrnya “Gunakan Listrik seperlunya” tapi ada yg jail hapus hurufnya)
Hanya di Indonesia kotak suratnya kaya gini
Hanya di Indonesia anak majikan dianggap sebagai herder
Hanya di Indonesia ada Pecel Lele pake listrik
Hanya di Indonesia yang ngejalanin “aturan untuk dilanggar”
Hanya di Indonesia ada larangan merokok seperti ini
Hanya di Indonesia yg memadukan IT dengan cara Tradisional
Hanya di Indonesia supirnya ada yg bekas penulis puisi

Hanya di Indonesia binatang malu di foto ama manusia
Hanya di Indonesia ada ancaman kyk gini
Hanya di Indonesia ada Bis Kota yg bisa dimakan
Hanya di Indonesia orang bisa jadi Polisi n jadi Tukang Becak dalam waktu yg bersamaan
Hanya di Indonesia ada anjing yang berani gigit ketua RT, dimumkan pula.
Hanya di Indonesia ada yg jual Lemon Tea bentuknya kyk gitu.
 Bentar2, dimana tea-nya??
Hanya di Indonesia ada Asbak terbesar sejagat raya
Hanya di Indonesia terjadi Pedamaman
Hanya di Indonesia kita bisa nabung sembari makan bakso
Hanya di Indonesia yang punya merek mobil seperti ini
Hanya di Indonesia yang punya nama tempat seperti ini
Hanya di Indonesia ada yang bisa menyaingi KFC (Kentucky Fried Chicken)
Hanya di Indonesia ada minuman berdosa
Hanya di Indonesia ada yg jual menu minuman kyk gini
Hanya di Indonesia ad kasus konyol seperti ini
Hanya di Indonesia ada cabang Starbucks Coffee buat kalangan bawah
Hanya di Indonesia ada yg jual Switter
Hanya di Indonesia yang pake peringatan meyakinkan pembelinya kyk gini
Hanya di Indonesia Nokia mendistribusikan produk sendalnya
Hanya di Indonesia motornya bisa dinaekin lebih dari 5 orang

Hanya di Indonesia yang mempuyai kembaran Presiden US
Hanya di Indonesia dimana Kasih sayang seorang Ibu
 bisa kalah dengan kasih sayang seorang Pembantu
Hanya di Indonesia ada orang yg curhat saat banjir
Hanya di Indonesia ada marka jalan sesat kyk gn
Hanya di Indonesia mahasiswa bisa ngambil jurusan Tambel Ban
Hanya di Indonesia ada peringatan untuk mengedarkan Narkoba
 (melarang untuk tidak mengedarkan = harus mengedarkan?? )
Hanya di Indonesia orang sampe harus dilarang untuk tidur di bawah mobil


Kamis, 12 Juli 2012

SEJARAH SANDAL JEPIT


Sandal jepit memang alas kaki yang sangat murah dan tidak banyak dikomplain oleh konsumen, sampai sekarang lembaga konsumen Indonesia tidak pernah menerima keluhan tentang sandal jepit yang putus atau pun lepek, maupun hilang.

Dalam perkembangan sejarah umat manusia, sandal berbarengan dengan jaman logam. Terutama setelah diciptakannya paku, karena saat itu sering terjadi kecelakaan kacugak (kaki tertusuk paku). Sehingga diciptakanlah sandal, sebagai pelindung kaki. Namun perkembangan sandal jepit ternyata mempunyai cerita tersendiri.

Pertama-tama sandal jepit ini di temukan di daerah Cina Utara yang pada saat itu di pimpin oleh Kaisar Cing Cang Ke Ling. Penemuan sandal jepit tidak disengaja. Di mana pada saat itu, kaisar sedang berburu harimau dengan busur panahnya melihat si kaki seribu melintas di ibu jari kakinya, karena merasa jijik, si kaisar latah, sambil berkata “ eh sial..gua jepit lo”.

Dari sana tersebar gosip dari mulut ke mulut, bahwa kaisar itu latah. Ini akibat ulah comel dari pengawal kaisar yang melihat kelatahan kaisar dan memberikan kabar ini pada media Cek Li Cek, media cetak gosip mingguan di Cina Utara. Untuk menjaga kewibawaan kaisar, maka para penasehat kaisar bersidang. Dari sidang muncul keputusan, bahwa harus ada alas kaki, buat kaki kaisar agar terhindar dari serangga menjijikan, maka di buatlah alas kaki dari kayu, dengan memberikan tiang pendek pas dekat ibu jari. Hal itu sekaligus sebagai peringatan bagi para gosiper, kalau masih menggosip kaisar latah akan diinjak dan dijepit lho. Itu kisah sandal jepit dari Cina walau pun ini masih perlu dibuktikan kebenarannya.



 

Kalau menilik dari masa keemasan Eropa, sandal jepit ini muncul saat revolusi industri di Inggris. Sandal jepit muncul, di mana para petani meninggalkan ladangnya dan bekerja menjadi buruh di pabrik-pabrik. Pada saat itu kaum buruh tidak memakai alas kaki ke pabrik, mereka persis seperti kebiasaan petani ladang yang cekeran. Karena mereka sering cekeran tentu saja pabrik menjadi kotor. Clening service yang bertugas membersihkan sering mengeluh karena banyak pasir yang terbawa ke ruangan. Mereka sering ngomel-ngomel : “ Sand All…sand…All…stupid ”. Karena pabrik sangat bising, maka terdengarnya menjadi “Sandal jepit”. Maka para buruh memakai sandal jepit untuk menghindari omelannya. Sejarah ini pun ini juga masih diragukan faktanya.






























Kalau perkembangan di Indonesia, Sandal jepit ini sebenarnya sudah mulai ada dari Jaman Tarumanagara di Bogor, sekitar abad ke 7 . Hal tersebut dibuktikan dengan penemuan batu tulis yang didalamnya ada tulisan/prasasti dan telapak kaki Raja. Telapak kaki tersebut sebenarnya adalah cetakan,untuk membuat sandal raja. Sayang sekali tidak ada keterangan sandal apa yang dibuat. Tetapi yang jelas dari cetakan telapak kaki raja tidak ada tanda kaki raja pecah-pecah (rorombehen), berarti kaki raja sehat dan saya yakin raja sudah pakai sandal.

Tak seorang pun yang mengklaim sebagai penemu sandal jepit. Ini sangat mengherankan, walaupun tidak sebergensi seperti penemuan listrik oleh Thomas Alva Edison, sandal jepit merupakan kebutuhan sehari-hari seperti listrik. Bahkan antara sandal jepit dengan listrik ada hubungan. Kalau anda sedang memperbaiki arus listrik (kabel), harus memakai sandal jepit, kalau tidak memakai anda bisa kesetrum.

Itulah sekelumit sejarah tentang munculnya sandal jepit. Saya yakin anda sama sekali ngak percaya, saya aja nggak percaya.

Selasa, 03 Juli 2012

Just "Nilai"


1. Anak Sekolah tipe A
Dalam klasifikasi ini, Anak Sekolah tipe A ditandai oleh prestasi akademik yang tinggi dan perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 7,5 – 9. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, menganalisis, aplikasi, kesopanan, dan akhlakul karimah. Pada sisi lain, dalam pikiran atau perasaannya telah tergambar (visualisasi) seseorang yang profesional. Mungkin ia menggambarkan dirinya sebagai dokter, tentara, guru,
ustadz, mekanik, wartawan, pegiat sosial, penulis pada tiga, lima atau delapan tahun dari sekarang.

2. Anak Sekolah tipe B
Anak Sekolah tipe B ditandai oleh prestasi akademik sedang dan memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 6 – 7,5. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, menganalisis, aplikasi, yang tiak terlalu brilyan. Nilai raport tersebut juga mencerminkan dan akhlakul karimah. Meskipun tidak terlalu brilyant, dalam pikiran atau perasaannya telah tergambar (visualisasi) seseorang yang profesional. Mungkin ia menggambarkan dirinya sebagai perawat, dokter, tentara,
guru ustadz, mekanik, montir, pedagang, kontraktor, wartawan, pegiat sosial, penulis pada tiga, lima atau delapan tahun dari sekarang.







3. Anak Sekolah tipe C
Anak Sekolah tipe C ditandai oleh prestasi akademik yang rendah tetapi memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 5 – 6. Angka tersebut merupakan angka repetisi (mengulang) kelas setelah tinggal kelas. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, yang rendah. Meskipun demikian, dalam pikiran atau perasaannya telah tergambar (visualisasi) seseorang yang profesional. Mungkin ia menggambarkan dirinya sebagai tentara, mekanik, pegiat sosial, pedagang, pengendara (driver), satpam, karyawan pada tiga, lima atau delapan tahun dari sekarang.



4. Anak Sekolah tipe D
Anak Sekolah tipe D ditandai oleh prestasi akademik yang tinggi tetapi tidak memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 7,5 - 9. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, menganalisis, aplikasi, kesopanan, dan akhlakul karimah. Meskipun demikian, ia tidak memiliki arah dan cita-cita yang realistis. Ia hanya menggambarkan dirinya menjadi orang yang hebat, terkenal, dan tersohor. Gambaran tersebut bersifat sumir. Tidak real.





5. Anak Sekolah tipe E
Anak Sekolah tipe E ditandai oleh prestasi akademik yang sedang tetapi tidak memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka berada pada rentangan angka 6 - 7,5. Nilai raport tersebut secara obyektif dan valid mencerminkan kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, menganalisis, aplikasi, kesopanan, dan akhlakul karimah. Secara akademis tergolong menengah. Meskipun demikian, ia tidak memiliki arah dan cita-cita yang realistis. Sama seperti Anak Sekolah tipe D, ia menggambarkan dirinya (pada masa depan) menjadi
orang yang hebat, terkenal, dan tersohor, tetapi tidak konkrit/real. Mungkin ia berpandangan bahwa suatu saat (di masa yang akan datang) setelah merampungkan studi (sekolah) ia akan bekerja pada organisasi atau instansi atau perusahaan.





6. Anak Sekolah tipe F
Anak Sekolah tipe F ditandai oleh prestasi akademik yang rendah dan tidak memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Secara akademis, nilai raport mereka sangat jelek. Sebagaimana halnya Anak Sekolah pada tipe C mereka tinggal kelas, dan baru naik kelas setelah mengulang. Kemampuan berpikir, menghafal, menalar, menulis, berhitung, hanya pas-pasan. Di samping itu mereka
tidak memiliki arah dan cita-cita yang realistis. Ia bahkan tidak pernah atau tidak berani menggambarkan dirinya menjadi orang yang profesional. Ia bersekolah hanya untuk mengikuti irama sosial. Boleh jadi di sekolah ia tidak memiliki motivasi.



Bahasa yang saya gunakan apakah kurang sesuai dengan EYD? 

maaf minim gambar karna admin yang satunya sedang tidak bekerja

Bagi umum, nilai merupakan hal yg sangat mutlak dalam keseharian, untuk pedagang nilai merupakan hal yg sangat penting karena menyangkut untung rugi perniagaan nya. Begitupun dengan para murid sekolah, nilai adalah nomer 1. Jika sehabis sma mereka mau melanjutkan kuliah dengan jalur PMDK, dan SNMPTN Undangan, nilai rapot merupakan syarat utama kelulusanya jika nilainya bagus bisa bersaing dengan yg lain, kalau jelek ya maaf "coba lagi" kata ale-ale.

Namun apakah nilai-nilai itu dapat di percaya sebagai tolak ukur kepintaran seorang manusia? Aku rasa ngga deh. Sudah umum di sekolah mana saja yg namanya budaya niron aka nyontek ada. Nyontek pun bukan hanya untuk mengisi soal ulangan, bisa juga dalam tugas-tugas praktek. Karena tidak punya ide (atau ngga punya otak) yg mumpuni agar bisa menyelesaikan tugas praktek ngga pake ragu lagi akhirnya nyontek kerjaan temanya dan menduplikat kerjaan temanya itu. Terjadilah perebutan hak cipta (itu pun jika temanya berani mengadu).

Itu semua dilakukan untuk mendapat nilai sempurna. 90 sampai 100 untuk pelajar. Pertanyaan yg berulang-ulang dari masyarakat, apakah nilai itu berguna nanti jika kita bekerja di suatu perusahaan atau wiraswasta? Apa nanti jika bekerja di pabrik pupuk, nilai fisika kita berguna disana? Jawabnya bisa ya dan tidak. Ya jika sebuah perusahaan itu merekrut karyawan hanya berlandaskan nilai, kemungkinan besar nilai sangat berpengaruh dan tidak, jika suatu pekerjaan yg kita geluti tidak membutuhkan nilai tinggi tetapi membutuhkan skill dan leadership.







originally posted by http://petamasadepanku.blogspot.com/